Rabu, 05 November 2014

Bahasa Indonesia III


MEMBETULKAN DAN MENGEFEKTIFKAN KALIMAT

A. Pengantar
Untuk membetulkan sesuatu, kita harus mengetahui dengan tepat letak kesalahan trlebih dahulu. Pada dasarnya kesalah itu dapat di bedakan menjadi dua yaitu kesalahan ejaan dan kesalahan tata bahasa. Selanjutnya kita harus membedakan antara kalimat yang salah dan kaimat yang kurang efektif, suatu kesalahan bisa saja mengakibatkan tuturan yang bersangkutan kurang efektif, namun ada juga tuturan yang dari sudut tata bahsa tidak salah tetapi juga kurang efektif.

B. Kesalahan Kalimat
Kesalahan kalimat dapat dibedakan menjadi dua segi, yaitu kesalahan internal dan kesalahan eksternal.
a.      Kesalahan Internal adalah kesalahan kalimat yang diukur dari unsur-unsur dalam kalimat. Kesalahan dari segi internal ini dapat dipilah dari beberapa tipe, tipe pertama adalah kesalahan kandungan isi yang menyebabkan kalimat menjadi tidak logis seperti contoh di bawah ini:
  1.    Dengan pemakaian listrik secukupnya dapat mengurangi global warming. Seharusnya kata pemakaian dihilangkan  dan kalimatnya akan menjadi ‘Dengan listrik secukupnya dapat mengurangi global warming’
  2.     Kepada semua pengunjung dilarang membawa makanan dari luar. Seharusnya menjadi ‘Semua pengunjung dilarang membawa makanan dari luar’.

Tipe yang kedua adalah kesalahan karena ketidaklengkapan seperti contoh dibawah ini :
1.      Keadaan konser sangat berantakan dan jadwalnya tidak sesuai. Sehingga para penonton kecewa dan meninggalkan konser tersebut.
Kalimat kedua pada teks tersebut hanya diisi keterangan, lebih baik jika kalimat itu diintegrasikan menjadi satu dengan kalimat sebelumnya seperti berikut ini.
‘Keadaan konser sangat berantakan dan jadwalnya tidak sesuai sehingga para penonton kecewa dan meninggalkan konser tersebut’.
     
          Kalimat yang digunakan adalah kalimat-kalimat yang padat. Karena itu, kalimat-kalimat yang boros dan kata-kata dipandang sebagai kalimat yang tidak baik walaupun kalimat itu benar dari segi gramatika. Kalimat berikut ini adalah kalimat yang boros dan juga dapat dibuat menjadi lebih ringkas, misalnya :
  1. Berdasarkan sifat masalah dan tujuan penelitian ini, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif.
  2. Proyek lembah Dieng terletak di dukuh Sumberjo, desa Kalisungo yang termasuk dalam daerah kabupaten Malang. Daerah Malang yang sejuk terdiri dari pegunungan-pegunungan kecil.

Dua buah kalimat dalam paragraf tersebut benar-benar internal, tetapi salah secara eksternal. Kedua kalimat itu tidak membentuk satu gagasan yang utuh dan padu dalam paragraf.

Membetulkan Kesalahan Kalimat
Ada beberapa jenis kesalahan dalam menyusun kalimat.

1.    Kalimat Tanpa Subjek
Dalam menyusun sebuah kalimat seringkali dengan kata depan atau preposisi, lalu verb nya menggunakan bentuk aktif atau berawalan men- baik dengan dengan atau tanpa akhiran kan. Contoh :
  1. Bagi yang merasa terpisah dengan anggota keluarga harap ke meja informasi
  2. Untuk keamanan lingkungan dibutuhkan kerjasama warga.

Untuk membetulkan kalimat diatas dapat dilakukan dengan :
     a)  Menhilangkan kata depan pada masing masing kalimat tersebut
     b)  Mengubah verba pada kalimat tersebut, misalnya dari aktif menjadi pasif.

Jadi kemungkinan pembetulan kedua kalimat adalah :
    (1) Yang merasa terpisah dengan anggota keluarga harap ke meja informasi.
    (2) Keamanan lingkungan dibutuhkan kerjasama warga.

2.       Kalimat dengan Objek Berkata Depan
Kesalahan yang telah dibicarakan diatas dapat dikatakan sebagai kesalahan pemakaian kata depan pada awal kalimat yang biasanya diduduki subjek dan juga sering di temukan pada objek. Contoh :
    (1)  Pak RT sedang menjelaskan tentang pencegahan penyakit demam berdarah kepada warganya.
    (2)  Dalam setiap kesempatan mereka tidak henti hentinya berbicara tentang keburukan orang lain

Kalimat (1) dan (2) dapat dibetulkan dengan menghilangkan kata depan tentang pada kalimat (1) dan tentang pada kalimat (2) menjadi seperti di bawah ini.
    (1)  Pak RT sedang menjelaskan  pencegahan penyakit demam berdarah kepada warganya.
    (2)  Dalam setiap kesempatan mereka tidak henti hentinya berbicara  keburukan orang lain

3.       Kontruksi Pemilik Berkata Depan
Kesalahan pemakaian kata depan lain yang ditemui pada kontruksi frasa: termilik + pemilik. Contohnya :
    (1)  Keamanan lingkungan adalah hak dari warga
    (2)  Buku buku daripada perpustakaan perlu ditambah.

Kontruksi frasa yang sejenis dengan kebutuhan dari warga dan buku buku daripada perpustakaan ini sering kita dengar dalam pidato pidato, misalnya :
   (3)     Biaya dari pembangunan jembatan ini; kenaikan daripada harga harga barang elektronik.

Dalam karangan keilmuan kontruksi frasa yang tidak baku seperti di atas hendaknya dihindari karena dalam bahasa Indonesia hubungan “termilik + pemilik” bersifat implisit.
Kesalahan yang sering terjadi ialah pemakaian verba seperti kalimat dibawah ini, misalnya:
(1)     Setelah semuanya siap, mereka menaburi benih ikan yang terpilih.
(2)     Panitia menyerahkan hadiah lomba ketrampilan remaja pada acara penutupan.

Kesalahan seperti kalimat diatas dapat dibetulkan dengan cara melengkapinya, seperti dibawah ini:
(1a) Setelah semuanya siap, mereka menaburi kolam itu dengan benih ikan yang terpilih.


4.       Kalimat yang ‘Pelaku’ dan Verbanya Tidak Bersesuaian
Dalam kalimat dasra, verba dapat dibedakan menjadi verba yang meuntut hadirnya satu ‘pelaku’ dan verba yang menuntut hadirnya lebih dari satu ‘pelaku’. Contoh :
(1)     Dalam pertandingan karate dia menendang-nendang dengan gencarnya.
(2)     Dalam penyuluhan itu dia mendiskusikan penggunaan internet selama berjam-jam.
Dalam kalimat 1 verba menendang-nendang menuntut hadirnya dau pelaku yaitu dia dan orang lain, misalnya Dodi. Demikian pula dengan kalimat 2 diperlukan hadirnya pelaku sebagai mitra diskusi, misalnya para pakar.
(1)     Dalam pertandingan karate dia menendang-nendang Dodi .
(2)     Dalam penyuluhan itu, dia mendiskusikan penggunaan internet selama berjam-jam bersama para pakar.

5.       Penempatan yang Salah Kata Aspek pada Kalimat Pasif Berpronomina
Menurut kaidah, kanstruksi pasif berpronomina berpola aspek + pronomina +verba dasar. Kesalahan yang sering terjadi ialah penempatan aspek di antara pronomina dengan pronomina dengan verba. Contohnya :
                (1a) Saya sudah katakan bahwa....
                (1b) kita sedang periksa....
Bentuk bentuk seperti contoh diatas dapat dibetulkan dengan memindahkan kata aspek kedepan pronomina menjadi sebagau berikut:
                (1a) sudah saya katakan bahwa....
                (1b) sedang kita periksa.....

6.       Kesalahan Pemakaian Kata Sarana
Dalam menyusun kalimat sering dipakai kata sarana, kata sarana itu dapat berupa kata depan dan kaya penghubung. Kesalahan yang sering terjadi yaitu pada pemakaian kata depan di, pada, dan dalam. Contohnya:
(1)     Di saat blusukan Jokowi mendatangi petani.
(2)     Dalam tahun 1946 Indonesia merdeka.
Kata depan di (1) seharusnya adalah pada; kata depan dalam (2) seharusnya adalah pada.
Adapun kesalahan pemakaian kata  penghubung umumnya terjadi karena ketidaksesuaian antara pemakaian kata penghubung dan makna hubunngan antarklausanya, misalnya :
(3)     Pertemuan hari ini ditunda berhubung peserta tidak hadir.
Kata penghubung berhubung seharusnya di ganti karena atau sebab menjadi seperti dibawah ini :
(3a)   Pertemuan hari ini ditunda karena peserta tidak hadir.
              
C. Efektifitas Kalimat
1. Kurang Padunya Kesatuan Gagasan

Telah kita ketahui bahwa setiap tuturan terdiri atas beberapa bagian atau setuan gramatikal. Agar tuturan itu memiliki setauan gagasan, satuan-satuan gramatikalnya harus lengkap. Perhatikan contoh berikut.

(1)  Setelah bangun pagi, Cantika ingin membantu orang tua membersihkan rumah, Cantika membantu menyapu dan mengepel. Menyapu dan mengepel menggunakan sapu dan kain pel.

Pada kalimat satu memang tidak memiliki kesatuan gagasan, bahkan merupakan tuturan yang janggal, kejanggalan itu menunjukan antara gagasan yang pertama dengan kalimat kedua dan ketiga, tapi jika kita dapat telaah dengan baik semua kalimat itu menjurus ke satu gagasan pokok yaitu membantu orang tua.

2. Kurang Ekonomis Pemakaian Kata
Contoh kalimat
1.    Mempedulikan mengenai urusan orang lain
2.    Berpidato tentang permasalahan sosial
Kalimat yang benar
1.     Mempedulikan urusan orang lain
2.     Berpidato permasalahan sosial

Demi penghematan itu, sebuah kalimat majemuk pun dapat diringkas menjadi kalimat tunggal
Kalimat majemuk:
(1)     Ketaatan berlalu lintas bukan hanya di lakukan oleh polisi saja melainkan oleh semua pengendara
Menjadi
(1a)   Ketaatan berlalu lintas dilakukan oleh polisi dan  semua pengendara.
Atau
(1b)  Ketaatan berlalu lintas dilakukan oleh semua pengendara dalam perjalanan.